Showing posts with label dengan. Show all posts
Showing posts with label dengan. Show all posts
Friday, February 24, 2017
INTERNET DENGAN RUIM GSM ANDROMAX C2
INTERNET DENGAN RUIM GSM ANDROMAX C2
# Syarat HH sudah di ROOT !!
Bahan :
1 Xpose Installer : Download
2 HookSim2Data : Download
3 Ak Data Switch : Download
1 Instal bahan2 nya
2 Data internet CDMA menyala
3 Buka Xposed
- Pilih Moduls
- Ceklis Hook Andromax 3 Sim2Data
- masuk menu Framework
- Klik install/Update
- Reboot/ Restart
4 Buka AK-Data Switch
- Klik Data Call
- Pilih Subcription 2
SELESAI ( pastikan ruim GSM terisi pulsa / sudah terdaptar paket inet )
Available link for download
Monday, December 19, 2016
Install Proxy Squid Lusca di Linux Ubuntu Server 14 04 dengan Mikrotik
Install Proxy Squid Lusca di Linux Ubuntu Server 14 04 dengan Mikrotik

Squid
Squid adalah sebuah daemon yang digunakan sebagai proxy server dan web cache. Squid memiliki banyak jenis penggunaan, mulai dari mempercepat server web dengan melakukan caching permintaan yang berulang-ulang, caching DNS, caching situs web, dan caching pencarian komputer di dalam jaringan untuk sekelompok komputer yang menggunakan sumber daya jaringan yang sama, hingga pada membantu keamanan dengan cara melakukan penyaringan (filter) lalu lintas. Meskipun seringnya digunakan untuk protokol HTTP dan FTP, Squid juga menawarkan dukungan terbatas untuk beberapa protokol lainnya termasuk Transport Layer Security (TLS), Secure Socket Layer (SSL), Internet Gopher, dan HTTPS. Versi Squid 3.1 mencakup dukungan protokol IPv6 dan Internet Content Adaptation Protocol (ICAP).
Squid pada awalnya dikembangkan oleh Duane Wessels sebagai "Harvest object cache", yang merupakan bagian dari proyek Harvest yang dikembangkan di University of Colorado at Boulder. Pekerjaan selanjutnya dilakukan hingga selesai di University of California, San Diego dan didanai melalui National Science Foundation. Squid kini hampir secara eksklusif dikembangkan dengan cara usaha sukarela.
Squid umumnya didesain untuk berjalan di atas sistem operasi mirip UNIX, meski Squid juga bisa berjalan di atas sistem operasi Windows. Karena dirilis di bawah lisensi GNU General Public License, maka Squid merupakan perangkat lunak bebas.
Web Proxy
Caching merupakan sebuah cara untuk menyimpan objek-objek Internet yang diminta (seperti halnya data halaman web) yang bisa diakses melalui HTTP, FTP dan Gopher di dalam sebuah sistem yang lebih dekat dengan situs yang memintanya. Beberapa penjelajah web dapat menggunakan cache Squid lokal untuk sebagai server proxy HTTP, sehingga dapat mengurangi waktu akses dan juga tentu saja konsumsi bandwidth. Hal ini sering berguna bagi para penyedia layanan Internet untuk meningkatkan kecepatan kepada para pelanggannya, dan LAN yang membagi saluran Internet. Karena memang bentuknya sebagai proxy (ia berlaku sebagaimana layaknya klien, sesuai dengan permintaan klien), web cache bisa menyediakan anonimitas dan keamanan. Tapi, web cache juga bisa menjadi masalah yang signifikan bila melihat masalah privasi, karena memang ia dapat mencatat banyak data, termasuk URL yang diminta oleh klien, kapan hal itu terjadi, nama dan versi penjelajah web yang digunakan klien serta sistem operasinya, dan dari mana ia mengakses situs itu.
Selanjutnya, sebuah program klien (sebagai contoh adalah penjelajah web) bisa menentukan secara ekplisit proxy server yang digunakan bila memang hendak menggunakan proxy (umumnya bagi para pelanggan ISP) atau bisa juga menggunakan proxy tanpa konfigurasi ekstra, yang sering disebut sebagai "Transparent Caching", di mana semua permintaan HTTP ke jaringan luar akan diolah oleh proxy server dan semua respons disimpan di dalam cache. Kasus kedua umumnya dilakukan di dalam perusahaan dan korporasi (semua klien berada di dalam LAN yang sama) dan sering memiliki masalah privasi yang disebutkan di atas.
Squid memiliki banyak fitur yang bisa membantu melakukan koneksi secara anonim, seperti memodifikasi atau mematikan beberapa field header tertentu dalam sebuah permintaan HTTP yang diajukan oleh klien. Saat itu terpenuhi, apa yang akan dilakukan oleh Squid adalah tergantung orang yang menangani komputer yang menjalankan Squid. Orang yang meminta halaman web melalui sebuah jaringan yang secara transparan yang menggunakan biasanya tidak mengetahui bahwa informasi semua permintaan HTTP yang mereka ajukan dicatat oleh Squid.
Lusca
Sama seperti Squid, hanya saja Lusca merupakan cabang dari squid-2 development tree. Proyek Lusca bertujuan untuk memperbaiki kekurangan dalam basis kode squid-2, sementara tetap mempertahankan fungsi Squid-2 dan stabilitasnya. Proyek ini menyediakan jalur migrasi untuk pengguna squid-2 ke basis kode aktif, yang dikembangkan oleh pengembang dan penggunanya, perangkat lunak yang stabil dan disarankan untuk menyebarkannya.
Mengapa Menggunakan Lusca?
Seperti pendahulunya, Lusca mendukung mayoritas HTTP/1.1 HTTP/1.0 dan protokol dan caching konstruksi termasuk ETag / Varian entitas. Antara lain, mendukung HTTP balancing konten beban, kegagalan, cerdas permintaan / jawaban routing, memori kinerja tinggi dan disk caching, sistem kontrol akses terlalu fleksibel, dukungan untuk kedua kinerja tinggi maju dan mundur mode proxy. Hal ini mendukung berbagai protokol clustering, termasuk ICPv2,, ICPv3 Carp dan HTCP baik untuk clustering dan kontrol. Lusca mendukung Cisco intersepsi WCCPv2 di kedua perangkat lunak dan perangkat keras forwarding mode.
Pengguna, Administrator dan Pengembang sama-sama diundang untuk berpartisipasi dalam komunitas kecil tapi semakin banyak pengguna yang ingin terus menggunakan dipahami dengan baik, web proxy stabil / platform Cache tetapi membutuhkan sesuatu dengan kinerja yang lebih, fitur dan skalabilitas.
Lusca terus meliputi perbaikan dan perkembangan dari proyek squid mana yang tepat bersama daftar sendiri tumbuh perbaikan.
Tahap Penginstallan
- Topologi yang saya gunakan seperti dibawah ini.
IP Internet : xxx.xxx.xxx.xxx
IP Proxy : 192.168.3.2
IP Client 1 : 10.10.8.0/22
IP Client 2 : 192.168.4.0/24
IP Client 3 : 192.168.5.0/24
IP Client 4 : 192.168.6.0/24 - Pastikan Ubuntu Server sudah bisa ping ke gateway, client, dan internet.
- Masuk sebagai root.
$ sudo su
- Lakukan Update terlebih dahulu.
# apt-get update
- Lakukan penginstallan Squid dan kawan-kawan.
# apt-get install apache2 php5 squid squidclient squid-cgi gcc build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9 libfile-readbackwards-perl -y
- Download paket LUSCA nya.
# wget https://dl.dropboxusercontent.com/s/rj083vnq9sc3aye/LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2
Mirror# wget http://backcode.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2
- Setelah selesai lakukan ekstrak.
# tar -xvjf LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2
- Masuk ke tahap pengkonfigurasian. Sebelumnya kita harus tau kode CFLAG dari tipe prosessor yang akan di pasang Lusca dengan cara lihat CPU info.
# cat /proc/cpuinfo
Amati bagian yang seperti ini.
processor : 1
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 28
model name : Intel(R) Atom(TM) CPU D525 @1.80GHz
Setelah mengetahui tipe processor cari CFLAG dari link berikut: Link1 dan Link2 khusus intel XEON tidak menutup kemungkinan bisa mencari di mesin pencari.
maka akan mendapatkan kode CFLAG sebagai berikut:
CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-march=atom -O2 -fomit-frame-pointer -pipe" CXXFLAGS="${CFLAGS}"
Copy kemudian simpan sementara di text editor dan ditambahkan
./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin -libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid -datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null --enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp --enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English --enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups --with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files --with-large-files --enable-referer-log
Sehingga menjadi
CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-march=atom -O2 -fomit-frame-pointer -pipe" CXXFLAGS="${CFLAGS}" ./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin -libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid -datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null --enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp --enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English --enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups --with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files --with-large-files --enable-referer-log - Pindah ke directory LUSCA dilanjut Compile LUSC
# cd LUSCA_HEAD-r14809
# make clean
# CHOST="i686-pc-linux-gnu"CFLAGS="-march=atom -O2 -fomit-frame-pointer -pipe"CXXFLAGS="${CFLAGS}"./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin -libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid -datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 --with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null --enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp --enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English --enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups --with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files --with-large-files --enable-referer-log
# make
# make install - Buat directory proxy untuk cache nya, dan dilanjut merubah hak akses dari directory tersebut menjadi hak akses proxy.
# mkdir /proxy
# chown -R proxy:proxy /proxy
# chmod -R 777 /proxy - Buat directory penyimpanan Log cache nya, dan dilanjut merubah hak akses dari directory tersebut menjadi hak akses proxy.
# mkdir /var/log/squid
# chown -R proxy:proxy /var/log/squid - Download konfigurasi squid. Namun konfigurasi ini hanya HTTP saja yang bisa ter cache, untuk yang lain bisa mencari konfigurasi sendiri.
# wget https://dl.dropboxusercontent.com/s/wp4qv6yh80z0b62/fileconfig.tar.gz
Mirror# wget https://dl.dropboxusercontent.com/u/64064946/fileconfig.tar.gz
- Ekstrak dan copykan file konfigurasi tersebut ke dalam file /etc/squid
# tar -xvf fileconfig.tar.gz
# cp fileconf/* /etc/squid - Beri hak akses dan eksekusi semua file berekstensi .pl
# chmod 0755 /etc/squid/*.pl
- Lakukan konfigurasi sesuai topologi.
# nano /etc/squid/acl.conf
cari baris acl localnet src 192.168.1.0/24. Lalu ganti bagian 192.168.5.0/24 dan tambahkan dibawahnya IP yang dapat berhubungan dengan proxy, sebagai contoh :
acl localnet src 10.10.8.0/22
acl localnet src 192.168.4.0/24
acl localnet src 192.168.5.0/24
acl localnet src 192.168.6.0/24
sesuai dengan topologi yang anda gunakan. Jika sudah simpan dengan menekan tombol CTRL+ X dilanjut tombol Y kemudian ENTER . - Lakukan konfigurasi untuk merubah directory cache proxy
# nano /etc/squid/squid.conf
Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 , lalu ganti bagian /proxy menjadi directory disk cache sesuai tempat cache tersimpan.
angka 16000 (satuannya megabyte) merupakan besaran penyimpanan cache. untuk normalnya ukuran cache sebesar 80% dari total hardisk
Angka 37 diperoleh dari rumus : ukuran 80% disk cache dalam satuan byte/13/256/256 X 2.
Kira-kira cara menghitungnya seperti ini : 16000000/13/256/256 X 2 = 37.5. Dibulatkan saja menjadi 37. - Lakukan konfigurasi untuk merubah RAM
# nano /etc/squid/tune.conf
Cari bagian ipcache_size 4096 lalu ganti angka 4096 dengan 2X ukuran RAM dalam satuan Megabyte. Sebagai contoh, tertulis 4096. karena hasil dari 2 X ukuran ram yaitu 2048.
Setelah itu cari lagi bagian fqdncache_size 2048 lalu ganti angka 2048 dengan ukuran RAM dalam satuan Megabyte - Hentikan service Squid3 pada server agar tidak terjadi bentrok dengan squid lusca.
# service squid3 stop
- Lalu ketikkan perintah
# squid -f /etc/squid/squid.conf -z
- Jalankan Squid
# squid -NDd1 &
- Buat autorun pada squid apabila server restart bisa jalan dengan otomatis
# nano /etc/init.d/squid
Copykan script dibawah ini#! /bin/sh
Jika sudah simpan dengan menekan tombol CTRL + X dilanjut tombol Y kemudian ENTER.
#
# squid Startup script for the SQUID HTTP proxy-cache.
#
# Version: @(#)squid.rc 2.20 01-Oct-2001 miquels@cistron.nl
#
### BEGIN INIT INFO
# Provides: squid
# Required-Start: $local_fs $network
# Required-Stop: $local_fs $network
# Should-Start: $named
# Should-Stop: $named
# Default-Start: 2 3 4 5
# Default-Stop: 0 1 6
# Short-Description: Squid HTTP Proxy
### END INIT INFO
# suffield: jhealy: All local modifications commented with "suffield"
NAME=squid
DAEMON=/usr/sbin/squid
LIB=/usr/lib/squid
PIDFILE=/var/run/$NAME.pid
# suffield: jhealy: added -F to wait for full rebuild before serving requests
SQUID_ARGS="-D -sYCF"
[ ! -f /etc/default/squid ] || . /etc/default/squid
. /lib/lsb/init-functions
PATH=/bin:/usr/bin:/sbin:/usr/sbin
[ -x $DAEMON ] || exit 0
grepconf () {
w=" " # space tab
sq=/etc/squid/squid.conf
# sed is cool.
res=`sed -ne
s/^$1["$w"]+([^"$w"]+).*$/1/p;
t end;
d;
:end q < $sq`
[ -n "$res" ] || res=$2
echo "$res"
}
grepconf2 () {
w=" " # space tab
sq=/etc/squid/$NAME.conf
# sed is cool.
res=`sed -ne
s/^$1["$w"]+[^"$w"]+["$w"]+([^"$w"]+).*$/1/p;
t end;
d;
:end q < $sq`
[ -n "$res" ] || res=$2
echo "$res"
}
#
# Try to increase the # of filedescriptors we can open.
#
maxfds () {
[ -n "$SQUID_MAXFD" ] || return
[ -f /proc/sys/fs/file-max ] || return 0
[ $SQUID_MAXFD -le 4096 ] || SQUID_MAXFD=4096
global_file_max=`cat /proc/sys/fs/file-max`
minimal_file_max=$(($SQUID_MAXFD + 4096))
if [ "$global_file_max" -lt $minimal_file_max ]
then
echo $minimal_file_max > /proc/sys/fs/file-max
fi
ulimit -n $SQUID_MAXFD
}
start () {
cdr=`grepconf2 cache_dir /var/spool/$NAME`
case "$cdr" in
[0-9]*)
log_failure_msg "squid: squid.conf contains 2.2.5 syntax - not starting!"
log_end_msg 1
exit 1
;;
esac
#
# Create spool dirs if they dont exist.
#
if [ -d "$cdr" -a ! -d "$cdr/00" ]
then
log_warning_msg "Creating squid spool directory structure"
$DAEMON -z
fi
if [ "$CHUID" = "" ]; then
CHUID=root
fi
maxfds
umask 027
cd $cdr
start-stop-daemon --quiet --start
--pidfile $PIDFILE
--chuid $CHUID
--exec $DAEMON -- $SQUID_ARGS < /dev/null
return $?
}
stop () {
PID=`cat $PIDFILE 2>/dev/null`
start-stop-daemon --stop --quiet --pidfile $PIDFILE --name squid
#
# Now we have to wait until squid has _really_ stopped.
#
sleep 2
if test -n "$PID" && kill -0 $PID 2>/dev/null
then
log_action_begin_msg " Waiting"
cnt=0
while kill -0 $PID 2>/dev/null
do
cnt=`expr $cnt + 1`
if [ $cnt -gt 24 ]
then
log_action_end_msg 1
return 1
fi
sleep 5
log_action_cont_msg ""
done
log_action_end_msg 0
return 0
else
return 0
fi
}
case "$1" in
start)
log_daemon_msg "Starting Squid HTTP proxy" "squid"
if start ; then
log_end_msg $?
# suffield: jhealy: enable interception via tproxy
/usr/local/bin/squid-watcher start
else
log_end_msg $?
fi
;;
stop)
log_daemon_msg "Stopping Squid HTTP proxy" "squid"
# suffield: jhealy: disable interception via tproxy
/usr/local/bin/squid-watcher stop
if stop ; then
log_end_msg $?
else
log_end_msg $?
fi
;;
reload|force-reload)
log_action_msg "Reloading Squid configuration files"
start-stop-daemon --stop --signal 1
--pidfile $PIDFILE --quiet --exec $DAEMON
log_action_end_msg 0
;;
restart)
log_daemon_msg "Restarting Squid HTTP proxy" "squid"
stop
if start ; then
log_end_msg $?
# suffield: jhealy: enable interception via tproxy
/usr/local/bin/squid-watcher start
else
log_end_msg $?
fi
;;
*)
echo "Usage: /etc/init.d/$NAME {start|stop|reload|force-reload|restart}"
exit 3
;;
esac
exit 0
Mirror Link - Berikan hak akses dan buat file autorun
# chmod 755 /etc/init.d/squid
# update-rc.d squid defaults - Hentikan secara autostart squid3
# nano /etc/rc.local
- Isikan
service squid3 stop
- Konfigurasi MikroTik supaya client dipaksa untuk berbelok ke Proxy Squid. Ketikkan di terminal seperti di bawah ini:
ip firewall nat add action=dst-nat chain=dstnat comment=paksa-ke-proxy src-address=!192.168.3.2 disabled=no dst-port=80 protocol=tcp to-addresses=192.168.3.2 to-ports=3128
- Untuk memantau hasil cache bisa mengetikkan sintax di bawah ini di mesin server.
# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze
- Dan hasilnya adalah seperti dibawah ini.
Available link for download
Sunday, December 11, 2016
Install WordPress pada sistem lokal dengan Instant WordPress
Install WordPress pada sistem lokal dengan Instant WordPress
Setelah lama saya kembali posting di Wordpress topik favorit saya . Seperti saya banyak blogger seperti kustomisasi tema dan pengujian sebelum meletakkannya pada hidup . Serta juga ide yang baik bahwa check plugin baru dan pengaturan WordPress lain pada sistem lokal, bukan editing hidup untuk menjalankan situs . Jika Anda memulai kustomisasi di blog hidup itu bisa berbahaya untuk blog Anda dan pengunjung yang berharga akan mendapatkan kesalahan sementara jika Anda telah melakukan sesuatu yang salah . Jadi , saya pikir pengujian pada sistem lokal jauh lebih baik daripada pengujian pada situs hidup . Ada banyak cara untuk menginstal WordPress pada sistem lokal dan tetapi kebanyakan rumit untuk memahami dan mengelola. Saya pribadi suka tema kustomisasi Wordpress untuk blog dan melakukan semua pengujian dan menyesuaikan pada sistem lokal saya sebelum memberikannya kepada yang lain . Tapi sekarang instalasi WordPress cukup mudah menggunakan satu aplikasi freeware Instan WordPress . Menggunakan Instant WordPress setiap pemula bisa menjadi ahli sebelum mulai bekerja Wordpress online.
Sebelumnya saya menggunakan perangkat lunak server XAMPP dan itu juga perangkat lunak yang baik untuk menginstal WordPress pada sistem lokal . Tapi jika Anda baru di WordPress maka tidak mudah untuk setup karena membutuhkan banyak pengaturan seperti database dan pengaturan MyAdmin php . Jika Anda memiliki kurang pengalaman dengan Wordpress maka Anda harus perlu setup instalasi WordPress baru pada saat instalasi ulang Windows baru dan semua hal ini membuat Wordpress lebih rumit untuk pemula . XAMPP adalah kombinasi dari Apache , MySQL dan PHP . Jadi menggunakan XAMPP sangat mudah digunakan jika Anda berhasil dikonfigurasi sebaliknya sangat sulit untuk setup .
Jadi semua hal ini menunjukkan bahwa kita harus menggunakan metode lain yang sederhana untuk instalasi WordPress sistem lokal dan Instant WordPress dapat menyelesaikan semua kebutuhan Anda . Hal ini datang sebagai aplikasi portable , sehingga kita dapat menggunakannya langsung tanpa instalasi . Anda akan mendapatkan semua opsi shortcut pada layar WordPress Instan utama.
InstantWP2How untuk menginstal dan menggunakan WordPress Instan ?
Saya sudah menjelaskan bahwa bagaimana hal ini lebih mudah daripada metode lainnya instalasi WordPress pada sistem lokal . Pertama-tama Anda perlu mendownload WordPress Instan dari sini . Setelah men-download lengkap mulai Instant WordPress dan memilih folder instalasi dengan mengklik tombol Browse . Sekarang klik pada tombol Install dan Instant WordPress akan diinstal ke dalam folder yang dipilih . Sekarang komputer / laptop siap untuk memulai WordPress tanpa pengaturan lebih dan kerumitan . Anda bisa mengarahkan browser Anda untuk membuka URL ini http://127.0.0.1:80/wordpress untuk memeriksa situs web WordPress siap digunakan atau tidak . Satu fitur yang lebih membuat beberapa lebih kuat bahwa ia datang dengan satu set posting WordPress dummy dan halaman sehingga Anda tidak perlu membuat data atau tulisan untuk menguji tema dan plugin . Untuk menghapus WordPress Instan dari sistem hanya menghapus folder instalasi WordPress yang digunakan sebelumnya untuk instalasi. Instant WordPress pernah menginstal pengaturan registri pada sistem sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang kinerja sistem .
Available link for download
Tuesday, November 29, 2016
Instal windows 10 dengan menggunakan flashdisk
Instal windows 10 dengan menggunakan flashdisk
pertama sediakan dulu flashdisk kosong yang berisi sekitar 4 gb,kemudian kita lanjut ke langkah berikutnya :
- download dulu rufus, rufus adalah Salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat bootable pada media USB flash drive adalah Rufus. Dengan ukuran yang sangat kecil (hanya 459 KB), aplikasi ini juga bersifat gratis (lisensi GNU GPL versi 3) dan portable.Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Membuat Media Instalasi USB Bootable Dengan Rufus: http://dosen.gufron.com/tutorial/membuat-media-instalasi-usb-bootable-dengan-rufus/6/Rufus juga memiliki opsi FreeDOS, sehingga kita dapat menggunakannya untuk booting komputer dalam modus DOS (Disk Operating System). Modus DOS sangat bermanfaat terutama dalam melakukan proses upgrade BIOS yang membutuhkan DOS command prompt.
- kemudian download windows 10 yang 32 bit disini atau 64 bit disini sumber https://jalantikus.com
- setelah download rufus dan iso windows 10, kemudian buka rufus,lalu flashdisk akan terdeteksi secara otomatis oleh rufus kemudianpada icon cd klik lalu pilih iso windows 10


- lalu klik starttunggu sekitar 10-20 menit, sampai prosesnya selesai.

- Jika sudah, sekarang colokan Flashdisk tersebut ke Komputer yang ingin kamu Install Windows 10, jangan lupa setting BIOS, Untuk masuk BIOS, kamu bisa menekan tombol DEL, F2 atau semacamnya, karena beda jenis beda pula tombolnya. Lalu ubah Boot Device Priority-nya menjadi USB HDD/Flashdisk.
- Jika langkah pengerjaan benar, harusnya Komputer dapat mendeteksi adanya Bootable USB yang berisikan Windows 10 Technical Preview tadi. Jika muncul tampilan seperti ini, Klik "Next".

- Selanjutnya, Klik Install Now

- Sampai disini kamu akan diberi 2 pilihan. Karena kamu ingin menginstall Windows 10 dari awal, maka yang harus dipilih adalah yang Custom: Install Windows only (Advanced)

- Selanjutnya adalah pemilihan partisi Hardisk, jika kamu tidak ingin membuat partisi, silahkan langsung klik tombol Next. Atau jika ingin membuat partisi baru, semisal Local Disk D atau Local Disk E, klik tombol New, lalu tentukan size-nya. Ketika sudah Install Windows, kamu juga bisa hapus atau tambah partisinya kok, jadi tenang aja :) (Baca: Cara Buat Partisi Baru di Windows)
- Nah, ini adalah bagian yang paling lama, silahkan tunggu 20 - 60 menit, biasanya ditengah jalan Windows akan melakukan Restart dengan sendirinya. PERHATIAN: Harap cabut Flashdisk kamu ketika Proses "Getting files ready for installation" telah selesai atau mencapai 100%.* Hal ini dimaksudkan agar ketika Restart, Komputer tidak melakukan Booting dari awal lagi.

- setelah selasai menunggu maka akan muncul tampilan seperti dibawah ini lalu pilih "use express setting"

- kemudian akan muncul splash screen, disini kita akan menunggu proses pemasangan file-file yang sudah di instal tadi di windows 10

- akhirnya selesai juga deh instal windows 10 nya


untuk membuat bootablenya liat video dibawah ini
sedangkan untuk menginstal windows 10nya lihat dibawah ini
Available link for download
Subscribe to:
Posts (Atom)